Manfaat Menyusui Asi Untuk Bayi dan Manfaat Bagi Ibu

Manfaat Menyusui Asi

Manfaat Menyusui Asi – Pekan Menyusui Sedunia dirayakan masyarakat internasional untuk menekankan pentingnya air susu ibu (ASI), bagi tumbuh kembang anak. Tak perlu diragukan lagi, ASI memang menjadi sumber nutrisi terbaik bagi anak, sejak ia dilahirkan.

Walau begitu, tidak semua ibu mampu untuk menyusui, karena dihadapkan oleh kondisi medis tertentu, misalnya. Menghadapi kondisi semacam ini, susu formula dapat menjadi pilihan, untuk tetap memastikan anak tumbuh dan berkembang secara normal.

Segala hal mengenai Manfaat Menyusui Asi

ASI direkomendasikan sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi yang baru lahir. Anda dianjurkan untuk menyusui anak, minimal pada 6 bulan pertama, setelah persalinan.

Kelebihan Manfaat Menyusui Asi

Ketika mampu dan memutuskan untuk memberikan ASI, ada beberapa manfaat menyusui, bagi Anda dan Si Kecil. Beberapa di antara kelebihan tersebut, yakni:

  • ASI menyediakan antibodi, yang dapat mencegah anak dari berbagai kemungkinan penyakit dan infeksi.
  • ASI lebih mudah dicerna anak, dibandingkan susu formula. Bayi yang menerima ASI, lebih kecil risikonya untuk mengalami kondisi sembelit maupun perut bergas.
  • Menyusui menurunkan risiko kematian mendadak, di tahun pertama usia bayi. Hal ini dikarenakan pemberian ASI memberikan efek perlindungan yang lebih kuat pada bayi.
  • ASI membuat anak cerdas. Beberapa penelitian menyimpulkan, bahwa pemberian ASI berefek positif pada kemampuan kognitif anak.
  • Manfaat ASI bersifat jangka panjang. Orang dewasa yang semasa kecil menerima ASI, memiliki risiko yang lebih kecil, untuk mengalami kondisi medis tertentu. Misalnya, penyakit obesitas, diabetes tipe 2, penyakit leukemia, asma, hingga kolesterol tinggi.

Tantangan Manfaat Menyusui Asi

Walau sebagian ibu tidak kesulitan dalam menyusui, beberapa ibu lain mungkin mengalami tantangan dan kesulitan. Tantangan tersebut, misalnya:

  • Kenyamanan personal. Beberapa ibu sulit mengawali pemberian ASI. Namun kondisi ini bisa diatasi dengan terus melatih diri.
  • Sakit dan nyeri pada puting susu. Sebenarnya, rasa sakit yang timbul saat menyusui, merupakan hal yang normal pada 10 hari pertama masa laktasi. Apabila sakit terus berlanjut, Anda disarankan berkonsultasi dengan konselor laktasi, bidan, maupun dokter spesialis anak.
  • Membutuhkan komitmen yang tinggi. Bayi yang baru lahir, akan cenderung lebih sering untuk menyusu. Hal ini mungkin akan membuat ibu butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi. Selain itu, bayi yang menerima ASI, juga lebih cepat lapar, dibandingkan anak yang diberikan susu formula.
  • Harus memerhatikan pola makan dengan cermat. Ibu yang menyusui, harus menjaga makanan yang dikonsumsi, karena makanan tersebut akan menjadi sumber ASI untuk nutrisi bayi. Misalnya, ibu yang menyusui, harus menghindari ikan yang mengandung tinggi merkuri.

Bagaimana dengan susu formula, untuk menggantikan ASI?

Tidak semua ibu dapat memberi ASI pada anak. Beberapa di antaranya disebabkan oleh pilihan personal, sebagian lain juga dipicu oleh berbagai kondisi medis, baik penyakit pada ibu, maupun pada anak. Berikit ini beberapa kondisi yang membuat ibu tidak bisa menyusui, yaitu:

  • Ibu mengidap penyakit tertentu, seperti terinfeksi HIV atau kanker yang membutuhkan kemoterapi. Menyusui di tengah kondisi tersebut, cenderung tidak aman untuk anak.
  • Bayi yang memiliki kondisi medis tertentu.
  • Ibu harus bekerja dan tidak memungkinkan untuk menyusui, sehingga susu formula menjadi pilihan.
  • Pilihan personal lainnya

Susu formula bisa menjadi pilihan pengganti maupun pendamping ASI. Namun penting untuk digarisbawahi, bahwa Anda tidak boleh memberikan susu sapi untuk bayi yang belum berusia 6 bulan. Pilihlah susu yang memang merupakan susu formula, seusai usia bayi.

  • Kelebihan susu formula

Susu formula dapat menjadi penyelamat, saat Anda dihadapkan dengan kondisi tidak bisa menyusui bayi. Dan memilih susu formula bukannya tidak memiliki kelebihan, sehingga Anda tak perlu khawatir dan merasa bersalah.

Berikut ini beberapa kelebihan yang ditawarkan susu formula.

  1. Lebih fleksibel. Anda dapat meminta bantuan pasangan atau asisten rumah tangga, untuk menyiapkan susu formula. Fleksibilitas ini tentu sangat membantu Anda, terutama bagi ibu yang harus bekerja jauh dari rumah.
  2. Pasangan dapat berkontribusi. Suami dapat membantu, dalam memberikan nutrisi untuk Buah Hati, terutama pada malam hari, saat Anda membutuhkan istirahat. Selain itu, ikatan emosional antara anak dan ayah juga tercipta, saat membantu Anda menyiapkan susu formula.
  3. Tak perlu khawatir dengan diet. Ibu yang menyusui, perlu lebih memerhatikan makanan yang dikonsumsi, karena makanan tersebut akan menjadi sumber ASI. Saat Anda memutuskan untuk memberikan susu formula, sebagai pengganti maupun pendamping ASI, Anda tak perlu mencemaskan makanan yang mungkin menjadi alergen bagi anak.
  • Kekurangan susu formula dibanding ASI

Walau susu formula memiliki kelebihan, pengganti maupun pendamping ASI ini juga memiliki beberapa kekurangan, misalnya:

  1. Tidak memiliki antibodi. Tidak seperti ASI, susu formula tidak memiliki antibodi. Antibodi berperan penting untuk mencegah anak dari berbagai penyakit.
  2. Kemungkinan sembelit pada Buah Hati. Bayi yang mengonsumsi susu formula, lebih berisiko mengalami perut kembung maupun sering buang air besar, dibandingkan bayi yang menerima asupan ASI.
  3. Mahal. Anda mungkin harus merogoh kocek lebih dalam, untuk membeli susu formula, dibandingkan ASI yang langsung dikonsumsi anak dari tubuh Anda.

ASI atau susu formula, adalah keputusan Anda

Memilih antara ASI dengan susu formula, menjadi keputusan yang mungkin dilematis bagi para ibu. ASI memang tak diragukan lagi, menyediakan nutrisi yang sangat diperlukan oleh Si Kecil. Namun pada faktanya, memang ada banyak faktor yang membuat ibu tidak dapat menyusui.

Semua keputusan kembali pada Anda. Yang terpenting, Anda selalu memastikan anak, untuk mendapatkan nutrisi terbaiknya, dan mengamati proses tumbuh kembangnya.