Cerita Dari Orang Yang Tidak Bisa Merayakan Natal Tapi Tetap Bahagia

Merayakan Natal

Hai kamu yang di sana, bagaimana harimu?

Kalau kamu bahagia, syukurlah. Ini adalah hari yang indah, aku dapat melihatnya dari banyak ornamen gemerlapan yang ada di berbagai tempat. Meski aku hanya melihat dari luar, namun aku cukup senang melihatnya. Apakah kamu melewatkannya bersama keluarga? Atau teman-temanmu? Atau hanya sendiri saja? Bagaimana pun Hari Natal yang kamu lewati, kamu patut bersyukur.

Pada saat aku bangun pagi hari ini, aku merasa sangat semangat. Kami juga menantikan hari ini, sama sepertimu. Begitu aku membuka mata, aku langsung berlari memanggil teman-temanku dan kami bersiap di tempat kami biasa berada. Ya, di pinggir jalan di mana kamu biasa melihat kami. Harapan kami, orang-orang yang merayakan Hari Natal dapat menemukan kami seperti biasa dan membagikan sebagian kasih Natal pada kami. Terkadang, kami mendapatkan bungkusan makanan. Lebih beruntung lagi, kalau kami dapat mainan!

Benar saja, setelah kami menunggu, beberapa orang berbaju nuansa merah-hijau mulai datang dengan mobil-mobilnya. Begitu melihat bungkusan putih besar berisi pakaian dan beberapa dus mainan, senyum lebar terukir di pipiku. Tidak setiap hari aku merasakan kebahagiaan seperti ini. Mulai keluarlah satu per satu, yang disebut orang-orang “pakaian bekas layak pakai” yang membuatku heran, karena bagiku pakaian tersebut terlihat bagus seperti baru. Mungkin mereka bosan dengan motifnya, pikirku. Mainan-mainan yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Teman-teman di sekelilingku tersenyum lebar, beberapa tertawa, mereka pasti sangat gembira, sama sepertiku.

Kami diminta berbaris dan mulai mendekat. Aku tak sabar menunggu giliranku. Kuperhatikan setiap anak lain yang telah mendapatkannya, langsung mencoba pakaian dan membuka kotak mainan yang ada. Ketika tiba giliranku, kukeluarkan senyumku meski sedikit malu-malu, kuucapkan “terima kasih” dan aku pun segera menunjukkan pada orang tuaku. Senyuman, itu yang kulihat di wajah mereka. Mereka tidak dapat memberikan benda-benda ini, namun aku tahu mereka bahagia melihatku bahagia; dan itu sudah cukup bagiku. Bukan cuma aku saja, ternyata orang tuaku juga mendapatkan makanan dan mereka bersyukur. Betapa bahagianya aku melihat semua ini.

Hari ini sungguh indah bagiku. Hari yang ajaib. Mungkin aku tidak merayakannya di dalam sebuah rumah, lengkap dengan perabot yang dihiasi dekorasi natal. Mungkin aku tidak merasakan makan malam natal di sebuah meja makan. Aku juga tidak mendapatkan kado natal yang bertuliskan namaku di bungkusnya, atau mendapatkan pesan-pesan natal lewat telepon genggam. Tapi aku sangat bahagia. Aku mendapatkan pakaian baru, meski sebenarnya ini pernah dipakai orang lain. Aku juga mendapatkan mainan baru, meski harus berbagi dengan teman-temanku. Aku bisa melihat orang tua dan teman-temanku tersenyum. Di atas semuanya itu, aku merasakan kasih Natal.

Hai kamu, syukurilah Hari Natal ini. Kalau kamu merasa tidak beruntung, kamu salah besar.

Dari aku yang sangat bahagia,
Anak Rantauan