Pemahaman Perbedaan Antara Monyet dan Kera ?

Monyet dan Kera

Monyet dan Kera – Pertanyaan tersebut sering saya dengar dari para siswa Taman Kanak-Kanak atau Sekolah Dasar ketika sedang mengisi materi dalam edukasi lingkungan hidup bersama Panda Mobile WWF-Indonesia. Biasanya pertanyaan tersebut muncul ketika kami mengenalkan tentang orangutan kepada mereka. Kami sebagai volunteer Panda Mobile selalu menjelaskan secara detil tetapi dengan bahasa yang ringan maupun dengan alat peraga seperti gambar, film, ataupun games.

Secara sederhana, kera dan monyet bisa dibedakan melalui ekornya. Jika monyet memiliki ekor yang terlihat panjang, tidak demikian halnya dengan kera. Secara fisik, kera dan monyet juga memiliki perbedaan, selain perbedaan yang terdapat pada ekor. Beberapa perbedaan tersebut adalah pada pergerakannya dan volume otaknya. Ketika bergerak, kera memiliki lengan yang cenderung lebih panjang dan bisa berjalan menggunakan kedua kakinya. Kera juga cenderung hidup di atas pohon (arboreal), sedangkan monyet cenderung berjalan menggunakan kedua kaki dan tangannya serta hidupnya semi terestrial (hidup di pohon dan di darat/tanah) maupun terestrial (hidup di darat/tanah). Volume otak yang dimiliki oleh kera lebih besar dibandingkan monyet. “Nah, orangutan merupakan jenis kera besar,” terang kami sambil memperlihatkan boneka orangutan kepada para siswa.

Secara sederhana, kera dan monyet bisa dibedakan melalui ekornya. Jika monyet memiliki ekor yang terlihat panjang, tidak demikian halnya dengan kera. Secara fisik, kera dan monyet juga memiliki perbedaan, selain perbedaan yang terdapat pada ekor. Beberapa perbedaan tersebut adalah pada pergerakannya dan volume otaknya. Ketika bergerak, kera memiliki lengan yang cenderung lebih panjang dan bisa berjalan menggunakan kedua kakinya. Kera juga cenderung hidup di atas pohon (arboreal), sedangkan monyet cenderung berjalan menggunakan kedua kaki dan tangannya serta hidupnya semi terestrial (hidup di pohon dan di darat/tanah) maupun terestrial (hidup di darat/tanah). Volume otak yang dimiliki oleh kera lebih besar dibandingkan monyet. “Nah, orangutan merupakan jenis kera besar,” terang kami sambil memperlihatkan boneka orangutan kepada para siswa.

Kalau apes sama gibbon itu bedanya apa ya, Kak?” pertanyaan lain muncul dari anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Apes adalah kera besar. Secara klasifikasi ilmiah non-human primate yang termasuk golongan kera besar yang ada di Indonesia adalah Pongidae (orangutan). Orangutan di Indonesia ada dua jenis, yaitu orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Sedangkan gibbon adalah kera atau sering disebut juga owa. Hylobatidae (owa) yang ada di Indonesia contohnya adalah owa Jawa (Hylobates moloch) yang kalau dilihat sekilas adalah kera putih, yang termasuk primata endemik Jawa.

Primata yang dikatakan monyet contohnya adalah suku Cercopithecidae yang dibagi menjadi dua anak suku, yaitu Colobinae (monyet daun) dan Cercopithecinae. Colobinae contohnya adalah bekantan (Nasalis larvatus) atau monyet Belanda. Dikatakan monyet daun karena pakan utamanya adalah dedaunan (foliovore). Sedangkan Cercopithecinae pakan utamanya adalah buah (frugivore) walaupun cenderung memakan segala dalam kasus monyet yang sudah tinggal di kawasan pariwisata. Contoh dari Cercopithecinae adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang banyak terdapat di berbagai tempat, seperti di Muara Angke, Jakarta Utara.

Para siswa tersenyum bahagia bisa mengetahui dan mengenal perbedaan antara kera dan monyet. Kami para volunteer juga merasa senang dapat membagikan informasi tersebut kepada generasi penerus konservasi. Harapannya, mereka makin peduli dan turut melestarikan satwa-satwa tersebut.