Reakresi Istana Panda dari Tiongkok di Kota Bogor

Reakresi Istana Panda

Reakresi Istana Panda – Kehadiran sepasang panda raksasa dari Tiongkok membawa nuansa baru di Taman Safari Indonesia. Dua panda bernama Cai Tao dan Hu Chun saat ini menjadi atraksi terbaru yang sedang digandrungi pengunjung Taman Safari Bogor di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Hewan besar dengan bulu hitam-putih itu memang bukan hewan asli dari Indonesia. Tidak heran jika banyak orang yang penasaran ingin melihat langsung wujud aslinya.

Kini, melihat panda raksasa pun tidak harus dengan terbang jauh ke Negeri Tirai Bambu. Di Taman Safari Bogor, keduanya hadir untuk menjawab rasa penasaran kita akan panda raksasa.

Perjalanan yang ditempuh ke Taman Safari Bogor juga tidak sulit. Kawasan konservasi hewan ini dapat dicapai kurang dari dua jam dengan mengendarai mobil pribadi dari Jakarta.

Safari Dulu
Kapan terakhir kali kamu ke Taman Safari Bogor? Hutan konservasi dengan berbagai macam pertunjukan dan wahana hiburan ini merupakan salah satu destinasi wisata keluarga atau darmawisata sekolah di Jabodetabek. Tentunya, bersafari keliling dengan mobil atau bus wisata adalah aktivitas utama ketika bertandang ke sana.

Pada kunjungan terakhir ke Taman Safari Bogor bulan Januari lalu, tujuan utama kami memang untuk mengunjungi Cai Tao dan Hu Chun. Namun bersafari mengelilingi habitat hewan di Taman Safari Bogor tetap wajib dilakukan. Beragam fauna, seperti gajah, jerapah, unta, burung hantu, singa, harimau, hingga kuda nil, pun dapat ditemui di sepanjang jalur safari yang menyerupai hutan.

Jangan lupa membeli wortel dari pedagang yang berderet di sepanjang jalan masuk ke areal Taman Safari Bogor. Wortel ini bisa menjadi makanan bagi sebagian hewan yang ditemui di jalur safari. Tentunya, jangan coba-coba memberikan wortel ketika berada di kawasan hewan buas, seperti singa dan harimau.

Kami pun memulai wisata konservasi hewan dengan memasuki gerbang utama Taman Safari Indonesia. Untuk masuk ke Taman Safari Indonesia, pengunjung dikenai Harga Tiket Masuk reguler sebesar Rp180.000 untuk dewasa dan Rp160.000 untuk anak. Harga tersebut sudah termasuk tiket masuk, fasilitas rekreasi, dan pertunjukan di dalam kawasan Taman Safari Indonesia.

Sementara itu, untuk masuk ke Reakresi Istana Panda dan melihat duo Cai Tao dan Hu Chun, pengunjung harus membeli tiket shuttle bus panda sebesar Rp50.000 untuk anak maupun dewasa.

Selain dengan mobil dan bus pariwisata, pengunjung yang mengendarai motor atau kendaraan umum pun tetap dapat melakukan safari Reakresi Istana Panda. Cukup dengan memarkirkan motor atau berhenti di gerbang utama Taman Safari Indonesia dan membayar tiket masuk, pengunjung tanpa mobil atau bus pariwisata pun dapat menggunakan shuttle bus yang telah disediakan lengkap dengan pemandunya. Harga tiket masuk yang dikenakan pun sama. Bedanya, pengunjung dengan mobil dikenakan biaya masuk kendaraan sebesar Rp20.000, pengendara motor Rp10.000, dan tidak ada biaya masuk kendaraan untuk pengunjung yang menggunakan angkutan umum.

Adalah duo panda raksasa remaja Cai Tao dan Hu Chun yang menjadi penghuni baru di Taman Safari Bogor sejak September 2017 lalu.

Cai Tao adalah panda raksasa jantan yang lahir tanggal 4 Agustus 2010 di China Conservation and Research Center for Giant Panda di Bifengxia, Yaan, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Ayahnya bernama Yuan Yuan dan ibunya adalah Na Na. Nama Cai Tao sendiri berarti pemuda yang tampan, karismatik, dan bangsawan.

Sementara itu, Hu Chun adalah panda betina yang lahir di konservasi yang sama dengan Cai Tao pada 8 September 2010. Ayahnya bernama Wu Gang dan ibunya bernama Ye Ye. Nama Hu Chun berarti danau di musim semi atau si cantik dari alam.

Meski baru berusia tujuh tahun, untuk ukuran panda raksasa, keduanya sudah masuk kategori usia remaja. Sudah tentu, layaknya panda raksasa, selain berbulu hitam dan putih, keduanya pun bertubuh besar dan menggemaskan.

Keduanya akan berada di Indonesia selama sepuluh tahun. Diharapkan, dalam kurun waktu tersebut, mereka juga dapat dikembangbiakkan dan menghasilkan keturunan yang lahir di Indonesia.

Istana Panda
Cai Tao dan Hu Chun tidak serta merta datang menjadi penghuni baru di Taman Safari Indonesia Bogor. Proses kedatangannya ternyata telah dilakukan sejak empat tahun yang lalu, ditandai dengan pembangunan Istana Panda yang kelak menjadi rumah mereka di Taman Safari Bogor.

Kedua panda raksasa ini telah menempuh jarak lebih dari 4.400 kilometer dengan menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia. Pesawat yang mengangkut Cai Tao dan Hu Chun lepas landas dari Bandara Internasional Shuangliu di Chengdu, Tiongkok tanggal 28 September 2017 sekitar pukul 04.20 waktu setempat dan menempuh perjalanan lima setengah jam hingga tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 08.50.

Setelah menjalani masa penyesuaian selama kurang lebih dua bulan, keduanya pun akhirnya dapat mulai disaksikan langsung oleh pengunjung Taman Safari Bogor pada November 2017.

Reakresi Istana Panda kemudian menjadi tujuan utama pengunjung Taman Safari Bogor. Di sinilah duo panda remaja ini tinggal di konservasi panda yang disebut-sebut sebagai konservasi panda tertinggi di dunia, yakni 1.800 meter di atas permukaan laut.

Dua patung replika Cai Tao dan Hu Chun pun menyambut pengunjung di depan Istana Panda. Sedari halte shuttle bus, pengunjung disuguhi pemandangan kios cendera mata dan makanan ringan bertema panda.

Selain Cai Tao dan Hu Chun, pengunjung pun dapat melihat hewan-hewan lain di Istana Panda. Salah satunya adalah panda merah yang juga dikenal dengan sebutan rubah api. Panda merah ini memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih kecil dari panda raksasa dan berbulu cokelat kemerahan. Meski demikian, panda merah pun tidak kalah menggemaskan dari panda raksasa. Selain itu, ada pula Mishmi Takin, kuda poni, dan unta yang dapat dilihat langsung di Istana Panda.

Sebelum bertemu Cai Tao dan Hu Chun, pengunjung pun diberikan suguhan video mengenai asal-muasal keduanya sebelum akhirnya tiba dan tinggal di Indonesia selama sepuluh tahun. Selain itu, berbagai poster berisi informasi mengenai hewan bernama ilmiah Ailuropoda melanoleuca ini pun dapat dibaca di dalam Istana Panda.

Beruntung sekali, ketika mengunjungi Cai Tao dan Hu Chun, cuaca cukup cerah dan mereka sedang tidak tidur. Keduanya pun dapat dilihat dari balik kaca maupun dari jembatan di atas kandang outdoor mereka.

Baik Cai Tao maupun Hu Chun terlihat sering sekali menggenggam bambu dan memakannya dengan pelan. Mereka juga senang bergerak mengelilingi kandang mereka, terkadang pengunjung Reakresi Istana Panda juga dapat melihat mereka membaringkan atau menggulingkan tubuh gempal mereka di rumput. Sungguh menggemaskan!

Jika hujan turun, atau di waktu-waktu tertentu, Reakresi Istana Panda Cai Tao dan Hu Chun pun dipindahkan ke dalam kandang mereka yang berada di dalam ruangan di Istana Panda

Setelah puas bertemu dan mengabadikan foto panda-panda di Istana Panda, jangan lupa beristirahat sejenak sembari menikmati pemandangan Gunung Gede Pangrango yang mengelilingi Istana Panda. Istana Panda dilengkapi dengan food court yang menyediakan aneka menu makanan yang dapat disantap di dalam maupun luar ruangan