Sutopo Meninggal Akibat Kanker Paru, Ini Daftar Gejala Awalnya

Sutopo

Sutopo Purwo Nugroho, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (07/07). Sebagaimana dilansir dari Kompas.com, kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB ini meninggal pada pukul 02.20 waktu Guangzhou, Tiongkok, dalam perjuangannya melawan kanker paru stadium lanjut.

Sekilas tentang kanker paru, penyakit yang diderita Sutopo

Sutopo diketahui mendapatkan vonis kanker paru sejak awal Januari tahun 2018. Selama itu pula, ia telah berupaya mendapatkan pengobatan di rumah sakit Indonesia juga luar negeri.

Sejak vonis, ia diketahui masih aktif berkegiatan dan mengabarkan perihal bencana di Indonesia kepada khalayak. Aktivitasnya baru terlihat berkurang ketika dirinya memutuskan untuk berangkat ke Guangzhou, Tiongkok untuk menjalani pengobatan.

Di antara semua jenis kanker, kanker paru merupakan penyebab kematian tertinggi karena gejalanya mirip dengan kondisi medis lain, hingga sering kali diabaikan. Kanker paru umumnya tidak menyebabkan nyeri sehingga banyak pasien yang tidak mendapatkan diagnosis dini, sehingga kanker sudah telanjur menyebar dan terlambat diobati.

Pada stadium awal, gejala kanker paru biasanya tidak tampak dengan jelas, sehingga sulit untuk mendiagnosis kanker paru secara dini. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali gejala kanker paru agar penanganan yang dilakukan dapat lebih baik dan efektif.

Gejala kanker paru yang paling umum

Jika mengidap kanker paru, Anda mungkin mengalami gejala-gejala seperti berikut:

  • Merasa lelah atau lemah. Kondisi ini merupakan gejala umum dari kanker paru.
  • Batuk kronis. Batuk yang tidak kunjung hilang dan bahkan kian memburuk dapat menjadi pertanda kanker paru.
  • Batuk berdarah atau berdahak yang berwarna kecokelatan.
  • Nyeri dada yang bertambah buruk ketika batuk, tertawa, atau mengambil napas dalam.
  • Perubahan suara akibat adanya peradangan pada akord vokal atau masalah saraf.
  • Berat badan turun akibat kehilangan nafsu makan jika tumor menekan bagian kerongkongan (tabung penghubung mulut dan perut).
  • Sesak napas atau napas pendek. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya cairan atau tumor yang menekan paru.
  • Infeksi pada paru, seperti bronkitis dan pneumonia, yang terus muncul kembali.
  • Mengi yang disebabkan oleh terhambatnya saluran udara akibat tumor.
  • Demam yang menjadi tanda adanya masalah dalam tubuh.
  • Benjolan di dekat permukaan tubuh, akibat kanker yang menyebar ke kulit atau ke kelenjar getah bening (kumpulan sel sistem kekebalan tubuh), seperti di leher atau di atas tulang selangka.

Gejala yang muncul jika kanker paru sudah menyebar

Jika sudah menyebar ke organ sekitarnya, kanker paru dapat menyebabkan:

  • Nyeri tulang (seperti rasa sakit di bagian punggung atau pinggul).
  • Perubahan sistem saraf (seperti tangan atau kaki terasa lemah atau mati rasa, sakit kepala, pusing, berkunang-kunang, atau kejang) jika kanker menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang.
  • Mata dan kulit menguning (penyakit kuning) jika kanker menyebar ke hati.
  • Tangan atau kaki terasa lemah atau mati rasa
  • Adanya penggumpalan darah.
  • Gejala kanker paru umumnya bergantung pada letak kanker berada. Misalnya, jika tumor kanker berada di dada bagian tengah, gejala yang muncul adalah batuk dan sesak napas. Pasalnya, tumor dapat menekan saluran napas atau pembuluh darah utama.

Bakteri dan sekresi dari paru dapat menumpuk di saluran napas yang tersumbat sehingga menyebabkan pneumonia. Jika tumor kanker terjadi pada bagian luar paru, Anda akan merasa nyeri karena daerah tersebut berhubungan dengan ujung saraf. Jantung dan pusat paru tidak memiliki ujung saraf sehingga tumor kanker paru di daerah ini sering kali sulit dideteksi.

Untuk itu, jika Anda merasakan beberapa gejala di atas, berkonsultasi ke dokter adalah langkah yang tepat. Semakin dini ditemukan, semakin besar pula peluang kanker untuk dapat disembuhkan. Menjalani pemeriksaan secara rutin juga bisa Anda tempuh untuk mewaspadai kemungkinan adanya pertumbuhan sel kanker.